TETAP PERCAYA KEPADA TUHAN

TETAP PERCAYA KEPADA TUHAN

Bacaan: Yohanes 13:7

 

Kunci Sukses:
Walaupun kita tidak dapat mengerti, mari kita persilakan Tuhan untuk berbuat seturut kehendak-Nya.

Memperdalam Akar Iman:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)

 

Yohanes 13:7, “Jawab Yesus kepadanya: Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

Tuhan Yesus pernah membasuh kaki murid-muridNya. Tindakan tersebut menyiratkan kerendahan hati. Bukankah guru yang semestinya dilayani oleh para muridnya? Petrus, seorang murid, bertanya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku? Terlihat ia merasa sungkan membiarkan Sang Guru membersihkan kakinya yang penuh debu. Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Perkataan tersebut menyiratkan ajakan untuk terus beriman kepada Tuhan. Tuhan juga mengajarkan setiap kita dipanggil untuk melayani satu sama lain.

Di kehidupan ini, ada banyak peristiwa yang terjadi di luar harapan dan keinginan kita. Kita bingung mengapa Tuhan mengijinkan semuanya itu terjadi; Kita diijinkan mengalami kesukaran, padahal selama ini telah setia beribadah kepada Tuhan; Kita diperhadapkan dengan penderitaan, padahal selalu melakukan kebaikan terhadap sesama dan menjadi berkat bagi orang lain. Yang sebenarnya adalah bahwa Tuhan punya rencana yang indah buat setiap kita seperti Dia berkata kepada Petrus “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kelak kita akan mengerti maksud dari perbuatan Tuhan, alasan Dia mengijinkan sebuah situasi yang tidak mengenakkan hadir dalam kehidupan kita.

Walaupun tidak dapat sepenuhnya mengerti, Petrus menyorongkan kaki. Ia mempersilakan tindakan pembasuhan itu dilakukan oleh Yesus terhadap dirinya. Pesannya adalah mari meresponi peristiwa yang saat ini terjadi dengan pikiran yang terbuka dan hati yang tetap percaya bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik dari setiap rencana kita. Jangan hidup dalam kebimbangan, tetapi terus beriman kepada Tuhan. Walaupun kita tidak dapat mengerti, mari kita persilakan Tuhan untuk berbuat seturut kehendak-Nya. Kelak kita akan memahami maksud di balik kesedihan dan tetesan air mata; kelak ada kegirangan dan sukacita karena menyadari bahwa sungguh Dia telah melakukan segala yang terbaik bagi kita. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim 14-15; Roma 8


Renungan harian lainnya