MENUTUP MULUT, MENAHAN DIRI

MENUTUP MULUT,  MENAHAN DIRI

Bacaan: Kejadian 2:16-17

 

Kunci Sukses:
Menutup mulut dan mampu menolak kenyamananadalah penting untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Memperdalam Akar Iman:
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal.(2 Timotius 4:5a)

 

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.(Kejadian 2:16-17)

Di tengah kenyamanan, kebebasan, dan berlimpahnya makanan dalam Taman Eden, Tuhan memberi perintah kepada Adam untuk menutup mulut(Ibrani TSOM) untuk 2 macam pohon di antara semua pohon- pohon di taman itu. Artinya, dari sejak manusia belum jatuh dalam dosa, Tuhan sudah mengajar manusia untuk tidak tamak, untuk dapat menahan diri. Kata TSOM (Puasa) berasal dari akar kata TZAMAM, yang berarti menutupatau menahan diri.Dalam konteks Alkitab, TSOM mengacu pada tindakan menahan diri dari makanan dan minuman sebagai bentuk penyerahan diri di hadapan Tuhan. Kata lain dalam bahasa Ibrani yang bermakna puasa adalah TA’ANIT berasal dari verba ANAH, artinya: mengizinkan diri, menekan diri

Selanjutnya, kita belajar mengenai makna puasa dalam perenungan sejarah hidup manusia sejak mulanya. Dalam keadaan tersebut, dijelaskan manusia di Taman Eden (Ibrani GAN EDEN) artinya: kesenangan. Tetapi, Tuhan meminta manusia tidak secara sembarangan menggunakan kenyamanan itu. Tidak semua makanan (LEKHEM) dapat dimakan secara umum karena ada yang tidak boleh dimakan

Dari kisah ini, menjadi jelas bagi kita untuk mampu menutup mulut(menghalau keinginan yang tidak seharusnya). Itulah pemahaman Ibrani, puasa TSOM bukan sekadar menahan lapar, tetapi lebih kepada tindakan spiritual, manusia yang mendengar / taat pada Firman Allah. Menutup mulut dan mampu menolak kenyamananadalah penting untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 23-24; Kisah Para Rasul 28


Renungan harian lainnya