TUHAN PASTI SANGGUP

TUHAN PASTI SANGGUP

Bacaan: Yeremia 32:17-18

Kunci Sukses:
Di tengah badai kehidupan, Tuhan sedang membentuk iman agar semakin dewasa dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya.

Memperdalam Akar Iman:
“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang teracung! Tiada sesuatu pun yang mustahil untuk-Mu!” (Yeremia 32:17)

Dalam perjalanan hidup, seringkali kita diperhadapkan pada keadaan yang terasa mustahil untuk diatasi. Masalah keluarga, tekanan ekonomi, pergumulan kesehatan ataupun masa depan yang penuh ketidakpastian dapat membuat hati menjadi lemah dan kehilangan harapan. Sebagai manusia, kemampuan kita memang terbatas, tetapi Firman Tuhan mengingatkan bahwa tidak ada satu pun perkara yang terlalu sukar bagi-Nya. Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang sama yang bekerja dalam kehidupan setiap anak-Nya hingga hari ini. Kuasa-Nya tidak pernah berkurang oleh waktu, kasih-Nya tidak pernah berubah oleh keadaan dan janji-Nya tetap teguh sekalipun dunia berubah. Oleh karena itu, ketika kita merasa tidak sanggup melangkah lagi, janganlah hanya memandang pada keterbatasan diri sendiri, tetapi arahkan pandangan kepada Tuhan yang Mahakuasa. Di dalam Dia selalu ada jalan, selalu ada pertolongan dan selalu ada pengharapan bagi setiap orang yang percaya.

Percaya bahwa Tuhan pasti sanggup, bukan berarti hidup akan selalu bebas dari persoalan. Justru di tengah badai kehidupan, Tuhan sedang membentuk iman agar semakin dewasa dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Seringkali, Allah bekerja dengan cara yang tidak kita duga dan pada waktu yang menurut-Nya paling tepat. Ketika pintu yang satu tertutup, Dia mampu membuka pintu yang lebih baik. Ketika kekuatan kita habis, Dia menjadi sumber kekuatan yang baru. Ketika air mata mengalir karena rasa kecewa, Dia datang menghibur dan mengangkat hati yang hancur. Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya berjalan sendirian. Ia menyertai setiap langkah, menopang dalam kelemahan dan memberikan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Oleh sebab itu, jangan menyerah hanya karena keadaan belum berubah. Tetaplah berdoa, tetap setia berharap dan terus melangkah dengan iman, sebab Tuhan sedang bekerja meskipun mata kita belum melihat hasilnya. Biarlah hati kita dipenuhi dengan iman, bukan keraguan; dengan pengharapan, bukan keputusasaan; dan dengan ucapan syukur, bukan keluhan karena Allah yang hidup, yang sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita pikirkan atau doakan. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 5-6; Wahyu 2


Renungan harian lainnya