TIADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN

Bacaan: Lukas 1:37
Kunci Sukses:
Ketika Tuhan berkehendak, Dia sanggup membuka jalan di tempat yang tidak pernah kita bayangkan. Besarnya masalah kita tidak pernah lebih besar daripada kuasa-Nya.
Memperdalam Akar Iman:
“Sesunggunya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?” (Yeremia 32:27)
Lukas 1:37, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Ada kalanya, perjalanan hidup membawa kita kepada keadaan yang membuat kita merasa tidak memiliki jalan keluar. Kita berdoa, tetapi keadaan seolah-olah tidak berubah. Kita berharap, tetapi kenyataan justru semakin berat. Dalam kondisi seperti itu, mudah bagi kita untuk melihat keterbatasan manusia daripada melihat kebesaran Tuhan. Namun, Firman Tuhan mengingatkan bahwa apa yang mustahil bagi manusia tidak pernah menjadi sesuatu yang sulit bagi Allah. Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan, keterbatasan, masa lalu, kekurangan, ataupun besarnya masalah yang sedang kita hadapi. Ketika Tuhan berkehendak, Dia sanggup membuka jalan di tempat yang tidak pernah kita bayangkan. Besarnya masalah kita tidak pernah lebih besar daripada kuasa-Nya.
Seringkali, Tuhan mengizinkan kita berada dalam situasi yang tidak dapat kita selesaikan dengan kekuatan sendiri supaya kita belajar bersandar sepenuhnya kepada-Nya. Ada doa yang belum dijawab, pintu yang belum terbuka, impian yang belum terwujud, dan pergumulan yang masih berlangsung. Bukan berarti Tuhan tidak mendengar atau tidak peduli. Mungkin saja, Tuhan sedang mengajarkan kita untuk percaya kepada waktu-Nya, cara-Nya, dan rencana-Nya. Iman bukan berarti kita tidak pernah merasa takut atau kecewa, tetapi iman berarti kita tetap memilih percaya sekalipun belum melihat hasilnya. Ketika Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya, kita dipanggil untuk menyerahkan kekuatiran, ketakutan, dan keraguan kita ke dalam tangan-Nya. Jangan hanya melihat apa yang ada di depan mata; lihatlah kepada Tuhan yang memegang masa depan. Apa yang hari ini terlihat seperti jalan buntu dapat menjadi awal dari mujizat Tuhan; apa yang kita anggap sebagai akhir dapat Tuhan ubahkan menjadi permulaan yang baru.
Biarlah hati kita berkata, “Tuhan, aku tidak tahu bagaimana semuanya akan terjadi, tetapi aku percaya Engkau sanggup melakukan yang mustahil menjadi mungkin”. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, kita tidak berjalan dengan kekuatan sendiri. Ada Tuhan yang menyertai, menopang, membuka jalan, dan memberikan kekuatan setiap hari. Jangan menyerah hanya karena keadaan terlihat mustahil, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Penghotbah 7-8; Mazmur 19
Renungan harian lainnya

PENGENALAN AKAN KRISTUS
September 07, 2026

IBADAH ITU PENTING
September 06, 2026

JANGAN JADI PENDENGAR SAJA
September 05, 2026


