TEGURAN YANG MEMBAWA KEBAIKAN

TEGURAN YANG MEMBAWA KEBAIKAN

Bacaan: Amsal 15:31

Kunci Sukses:
Hati yang rendah hati akan menerima teguran sebagai cermin untuk memperbaiki diri.

Memperdalam Akar Iman:
“Orang yang mendengarkan teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.” (Amsal 15:31)

Hidup manusia tidak pernah lepas dari kesalahan. Kita adalah pribadi yang terbatas, mudah khilaf, dan seringkali tidak menyadari kekurangan diri sendiri. Oleh karena itu, Tuhan menghadirkan sesama melalui teguran sebagai salah satu cara-Nya untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Teguran seringkali terasa tidak nyaman. Ia datang ketika hati sedang rapuh, ketika harga diri merasa terusik, atau ketika kita merasa sudah melakukan yang terbaik. Akan tetapi, jika kita mau merenung lebih dalam, teguran sejatinya adalah bentuk kasih yang paling jujur. Orang yang menegur tidak melakukannya untuk mempermalukan, melainkan karena ia peduli dan tidak ingin kita terus berjalan dalam kesalahan.

Amsal 27:5 mengingatkan kita, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi.” Teguran yang disampaikan dengan kasih akan memurnikan hati, meluruskan langkah, dan menumbuhkan kedewasaan. Tanpa teguran, kita akan berjalan tanpa arah, menganggap kesalahan sebagai kebenaran, dan akhirnya merugikan diri sendiri maupun orang lain. Namun, bagaimana kita menyikapi teguran menentukan apakah ia akan mendatangkan kebaikan atau kepahitan. Hati yang rendah hati akan menerima teguran sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Sebaliknya, hati yang keras akan menolak teguran dan menyalahkan orang yang menyampaikannya. Marilah kita belajar menjadi pribadi yang terbuka terhadap teguran. Teguran bukanlah musuh. Ia adalah sahabat yang menegur ketika kita hampir jatuh. Ia adalah tangan yang menarik kita kembali ketika kita hampir tersesat. Dan bagi kita yang diberi kepercayaan untuk menegur, kiranya kita melakukannya dengan hikmat, dengan kasih, dan dengan tujuan membangun, bukan menjatuhkan. Sebab teguran yang benar akan selalu mendatangkan kebaikan, baik bagi yang menegur maupun bagi yang ditegur.

Ibrani 12:11 berbunyi, “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Penghotbah 3-4; Mazmur 17


Renungan harian lainnya