TEGAR DI MASA SULIT

TEGAR DI MASA SULIT

Bacaan: 1 Samuel 30:6

 

Kunci Sukses:
Beragam kesukaran hidup bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan Allah yang sanggup menolong dan menyelamatkan kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2)

 

1 Samuel 30:6, “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masingmasing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” 

Daud dan para pengikutnya menghadapi masalah serupa. Ketika mereka sedang berjuang di tempat lain, istri dan anak-anak mereka ditawan musuh. Harta benda mereka juga dijarah. Rumah-rumah mereka, bahkan kota mereka dibakar habis. Tidak ada yang tersisa. Namun, kita dapat melihat reaksi yang berbeda dari mereka. Para pengikutnya mencari kambing hitam, melemparkan kesalahan kepada Daud, pemimpin mereka. Tentunya segala tindakan mereka adalah berdasarkan perintah Daud, tetapi ketika hasilnya berbeda dengan yang mereka harapkan, mereka hendak melemparinya dengan batu. 

Sebaliknya, Daud tidak mencari seseorang untuk disalahkan. Andaikan pun ada seseorang yang tepat untuk disalahkan, itu tidak akan mengubah keadaan. Daud justru menguatkan hatinya kepada Tuhan. Ia meminta pimpinan-Nya tentang langkah apa yang harus ia tempuh. Ia tidak membiarkan pikirannya yang kacau membutakannya. Maka dengan pertolongan Tuhan, ia sanggup memimpin pasukannya untuk mengejar musuh, menyelamatkan keluarga mereka, serta memperoleh kembali harta benda mereka. Melalui kesukaran besar itu, mereka meraih kemenangan yang besar. 

Ketika kita dihimpit masalah, bagaimana kita bereaksi? Apakah kita mulai mencari kambing hitam? Mulai menyalahkan pihak lain lalu memperburuk situasi? Atau bahkan tergoda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang justru akan semakin merugikan kita? Kita dapat belajar dari Daud yang justru berserah diri dan mengokohkan imannya kepada Tuhan. Beragam kesukaran hidup bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan Allah yang sanggup menolong dan menyelamatkan kita. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 6-7; Filipi 1


Renungan harian lainnya