Saling Memperhatikan

Saling Memperhatikan

Bacaan: Ibrani 10:19-39

 

Kunci Sukses:
Orang percaya akan dapat berdiri teguh tatkala mereka tidak berdiri sendirian. 

Memperdalam Akar Iman:
“Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Ibrani 10:24

 

Suatu hari di dalam mobil, seorang anak mencoba sepasang kacamata hitam yang baru dibeli oleh ibunya. Kemudian ia menaruhnya kembali dan berkata, “Ini bukan kacamata hitam, Bu. Ini cuma kacamata untuk bergaya,” godanya, “Ibu membelinya karena Ibu merasa cantik saat memakainya, ya kan?” Benar, si ibu tidak pernah berpikir tentang sinar UV atau apakah kacamata itu benar-benar dapat menahan sinar matahari. Ia membelinya hanya karena kacamata itu kelihatan keren saat ia memakainya.

Kebanyakan dari kita senang terlihat keren dan baik. Kita ingin terlihat “baik-baik saja” di hadapan orang menjalani hidup tanpa mengalami pergumulan atau ketakutan atau godaan atau sakit hati. Berusaha mempertahankan suatu tampilan yang sempurna dalam perjalanan iman kita tidak akan dapat menolong kita maupun saudara-saudari seiman kita. Sebaliknya, membagikan hidup kita kepada sesama di dalam tubuh Kristus akan membuka pintu berkat bagi kita maupun orang lain. Ketika mulai membuka diri, kita mungkin akan bertemu dengan orang-orang yang sedang bergumul dalam situasi yang serupa. 

Dan ketika kita semakin bertumbuh dalam persekutuan yang indah bersama Allah dan semakin menyadari kerapuhan dan ketidaksanggupan kita sendiri, Allah akan semakin leluasa memakai diri kita untuk menolong sesama. Marilah kita mengizinkan Allah untuk menanggalkan segala kepura-puraan pada diri kita dan “marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik” (Ibr. 10:24).

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 2-3; Wahyu 22

 


Renungan harian lainnya