MENJADI PENGELOLA YANG BERKENAN

Bacaan: Kejadian 41:37-41
Kunci Sukses:
Salah satu bagian yang penting dalam perjalanan iman ialah menjadi pengelola yang berkenan untuk berkat yang Tuhan percayakan.
Memperdalam Akar Iman:
“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan yang rajin mendatangkan kekayaan.” (Amsal 10:4)
Salah satu bagian yang penting dalam perjalanan iman ialah menjadi pengelola yang berkenan untuk berkat yang Tuhan percayakan.
Alkitab menaruh perhatian yang sangat besar terhadap masalah keuangan, dan ini menunjukkan ada pesan esensial yang Tuhan rindu untuk kita pahami. Dalam memandang harta, sikap yang benar adalah memegang teologi penatalayanan; di mana Tuhanlah pemilik mutlak atas seluruh kehidupan ini dan kita hanyalah pengelola. Keberhasilan finansial seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa pintar ia mengetahui tentang uang, melainkan dari bagaimana perilakunya dalam mengelola uang tersebut.
Melalui kehidupan Yusuf, kita dapat memetik pelajaran berharga tentang bagaimana seseorang yang berawal dari budak, kemudian dipercaya Tuhan menjadi penguasa ekonomi dunia pada zamannya. Sebelum Tuhan mempercayakannya memimpin ekonomi Mesir, ia telah lulus ujian dalam mengelola hal-hal kecil.
Yusuf menyadari bahwa iman dan penyertaan Tuhan harus disertai dengan tindakan nyata. Ia berhasil dalam pekerjaannya karena Tuhan menyertainya dan ia sungguh-sungguh mengerjakan bagiannya (Kejadian 39:2-3). Ia tidak sekedar berdoa lalu bermalas-malasan, melainkan bekerja keras dan terus meningkatkan keterampilannya. Sebagai orang percaya, iman tidak bertentangan dengan kerja keras. Kita dipanggil untuk rajin dan produktif, serta mau terus belajar dan jeli melihat peluang. Selain itu, kita harus mengingat prinsip kesetiaan pada perkara kecil (Lukas 16:10). Kelola apa yang ada di tangan kita saat ini dengan benar, sekecil apa pun itu, maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar. Namun, yang tidak kalah penting, uang harus dihasilkan dengan cara yang benar. Mengambil keuntungan lewat penipuan, manipulasi, bisnis yang merusak sesama, atau menimbun barang demi keuntungan sepihak bukanlah sebuah berkat, melainkan justru akan menghilangkan perlindungan Tuhan. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 28-29; Mazmur 41
Renungan harian lainnya

BERBUAH DI TANAH YANG KERING
September 20, 2026

KEKAYAAN BUKAN UKURAN KEBERHASILAN ROHANI
September 18, 2026

MENJADI BERKAT DI TENGAH DUNIA KERJA
September 18, 2026


