MENDIDIK ANAK SESUAI FIRMAN TUHAN

MENDIDIK ANAK SESUAI FIRMAN TUHAN

Bacaan: 1 Samuel 2:3-25; 27-29

 

Kunci Sukses:
Sebagai orang percaya, tugas dan tanggung jawab untuk mendidik anak harus seimbang antara mengasihi dan mendisiplinkan.

Memperdalam Akar Iman:
Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” (Amsal 13:24)

 

Dalam keluarga, salah satu tanggung jawab orang tua adalah mendidik anak dengan baik dan benar; baik dalam hal kerohanian maupun secara fisik dan emosional, sosial maupun dalam pendidikan untuk masa depan anak. 

Namun, seringkali, ada orang tua yang terobsesi dan senang untuk memanjakan anaknya, tanpa memperlengkapi mereka dengan kebenaran Firman Tuhan yang akhirnya membuat seorang anak tumbuh tidak menghormati Tuhan dan orang tuanya ketika dewasa. Dalam 1 Samuel 2:23-25; 27-29, kita belajar dari pengalaman yang nyata dari Imam Besar Eli, yang seringkali menutup mata terhadap perilaku jahat anak-anaknya.

Iman Eli gagal mendidik anak-anaknya sebagai seorang dewasa dalam iman yang melayani di Bait Allah. Sebagai akibatnya, dari dosa-dosa yang telah diperbuat oleh kedua anaknya Hofni dan Pinehas, Imam Eli lebih memilih takut dibandingkan takut terhadap Tuhan Allah (2 Samuel 2:29), maka Tuhan dengan tegas dan jelas sekali memperingatkan bahwa keluarganya akan dijatuhi hukuman. 

Sebagai orang percaya, tugas dan tanggung jawab untuk mendidik anak harus seimbang antara mengasihi dan mendisiplinkan. Bila kita hanya mengasihi dan berkorban tanpa mendisplinkan, maka anak akan tumbuh tanpa rasa hormat, sementara bila terus-menerus mendisiplinkan tanpa mengasihi, maka anak akan tumbuh dengan terluka. 

Lewat perenungan Firman ini, Tuhan mengingatkan kita, bagaimana cara kita mendidik dan membesarkan anak-anak kita? Sudahkah kita mendidik mereka sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Ketika kita mengajarkan hikmat Allah kepada anak-anak kita, kita akan menerima berkat dan menolong mereka bertumbuh menjadi seorang yang dewasa rohani serta bertanggung jawab dan menghormati Tuhan selaku Pencipta mereka. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 18-19; 1 Timotius 5


Renungan harian lainnya