MENABUR SELAGI MASIH ADA WAKTU

Bacaan: Galatia 6:9-10; Amsal 11:24-25
Kunci Sukses:
Jangan batasi diri kita untuk menabur; sebisa mungkin, taburlah berbagai hal yang bisa memberkati kehidupan orang lain dan yang mempermuliakan nama Tuhan.
Memperdalam Akar Iman:
“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” (Amsal 11:24-25)
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan seiman kita.” (Galatia 6:9-10)Tidak dapat dipungkiri bahwa imbas dari perang yang sedang terjadi di Timur Tengah saat ini mulai dirasakan oleh berbagai negara, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Pemerintah sedang berusaha agar semua tetap bisa terkendali di tengah-tengah isu yang sedang berkembang. Situasi ini terkadang akan menimbulkan keadaan di mana sebagian besar orang akan mulai merasa panik, sehingga membeli barang-barang untuk stok dalam jangka waktu yang panjang karena merasa takut bahwa bisa saja keruntuhan ekonomi akan terjadi.
Jika kita melihat kembali pada kebenaran Firman Tuhan, nubuatan Alkitab tentang itu semua pastilah akan terjadi suatu saat nanti, kita tidak tahu kapan tetapi kita perlu bersiap-siap. Namun, di tengah-tengah kenyataan yang sedang terjadi, ada satu pesan Tuhan yang kuat, yang harus kita lakukan, selama masih ada kesempatan, baik atau tidak baik waktunya, yaitu menabur. Banyak orang, ketika dalam masa kejayaannya, mungkin akan berbagi, mengasihi dan menolong, tetapi hanya sebagian orang yang akan tetap menabur kebaikan di kala masa sengsara atau penderitaan menghampiri.
Kita tidak tahu akan selama apa kita di dunia ini, apakah dunia masih akan baik-baik saja atau mulai siaga dengan segala kemungkinan yang ada. Firman Tuhan berkata, “selama masih ada kesempatan, marilah berbuat baik.” Artinya, di waktu-waktu ini, jangan batasi diri kita untuk menabur; sebisa mungkin, taburlah berbagai hal yang bisa memberkati kehidupan orang lain dan yang mempermuliakan nama Tuhan. Jadikan hidup kita sebagai alat Tuhan untuk menyebarluaskan kebenaran supaya ketika dunia ini sampai pada kesudahannya, setiap kita masuk dalam kemuliaan yang telah dijanjikan Tuhan. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 15-16; Kisah Para Rasul 5
Renungan harian lainnya

KUASA UNTUK MENGIKAT DAN MELEPASKAN
March 29, 2026

MENGIKUT TUHAN DENGAN SEGENAP HATI
March 28, 2026

KASIH MELAMPAUI KEPENTINGAN PRIBADI
March 27, 2026


