KESADARAN AKAN KEKEKALAN

Bacaan: Lukas 16:22-23
Kunci Sukses:
Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada apa pun yang bisa ditawarkan oleh dunia.
Memperdalam Akar Iman:
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.” (Roma 6:23)
Lukas 16:22-23, “Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut, ia memandang ke atas dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.”
Waktu berlalu begitu cepat dan kehidupan kita di dunia ini hanyalah sementara. Seringkali ketika keadaan sedang baik, kita lupa memikirkan tentang kehidupan di seberang sana. Namun kenyataannya adalah, setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi batas usia dan kematian, terlepas dari status ekonomi atau kondisi kesehatannya. Kisah tentang orang kaya dan Lazarus mengingatkan kita bahwa setelah kematian, perjalanan sebuah jiwa tidak berhenti begitu saja. Kematian adalah pintu gerbang menuju salah satu dari dua tempat kekekalan, yaitu Surga yang penuh penghiburan dan kebahagiaan abadi atau neraka yang dipenuhi penderitaan tanpa akhir.
Firman Tuhan menunjukkan bahwa setelah seseorang meninggal, kesadaran, perasaan, dan kehendaknya masih tetap berfungsi. Orang kaya yang berada di alam maut dalam kisah tersebut masih bisa merasakan kehausan, mengingat keluarganya, dan menyadari penderitaannya secara nyata. Fakta ini menyadarkan kita bahwa kita tidak boleh hanya mengejar dan memikirkan hal-hal duniawi yang fana. Kita memang masih hidup di dunia, tetapi prioritas kita harus tertuju pada perkara-perkara di atas di mana Kristus berada (Kolose 3:1).
Memiliki seluruh kekayaan dunia tidak akan ada artinya jika pada akhirnya jiwa kita binasa. Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan hari ini, kita perlu mempersiapkan diri menghadapi kekekalan. Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada apa pun yang bisa ditawarkan oleh dunia. Kepastian akan kehidupan kekal bersama Tuhan harus menjadi jangkar hidup kita, sehingga ketika hari itu tiba, kita memiliki jaminan damai sejati di tempat di mana tidak ada lagi air mata. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 7-8; Mazmur 65
Renungan harian lainnya

HATI YANG BERSYUKUR
October 11, 2026

TEGURAN ADALAH PANGGILAN KASIH
October 10, 2026

MEMELIHARA IMAN
October 09, 2026


