KELUARGA YANG MENGANDALKAN TUHAN

Bacaan: Amsal 3:5-6
Kunci Sukses:
Ketika suami, istri, dan anak-anak belajar berdoa bersama, membaca Firman Tuhan, serta menyerahkan segala kekuatiran kepada-Nya, mereka sedang membangun fondasi yang kokoh, yang tidak mudah digoncangkan oleh badai kehidupan.
Memperdalam Akar Iman:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” (Amsal 3:5)
Keluarga yang mengandalkan Tuhan adalah keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan mereka. Di tengah berbagai tantangan hidup, kebutuhan ekonomi, masalah pekerjaan, pendidikan anak, maupun persoalan hubungan antara anggota keluarga, mereka memilih untuk datang kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum mencari jalan keluar menurut hikmat manusia. Mengandalkan Tuhan bukan berarti pasif dan tidak berusaha, melainkan menempatkan Tuhan sebagai sumber kekuatan, hikmat, dan pertolongan dalam setiap keputusan yang diambil. Ketika suami, istri, dan anak-anak belajar berdoa bersama, membaca Firman Tuhan, serta menyerahkan segala kekuatiran kepada-Nya, mereka sedang membangun fondasi yang kokoh, yang tidak mudah digoncangkan oleh badai kehidupan.
Terkadang, manusia tergoda untuk mengandalkan kemampuan, pengalaman, atau harta yang dimiliki. Namun, semua itu memiliki keterbatasan. Ada saat-saat di mana kekuatan manusia tidak lagi cukup untuk menghadapi persoalan yang datang. Pada saat itulah, keluarga yang mengenal Tuhan akan menyadari bahwa pertolongan sejati berasal dari-Nya. Ketika keluarga tetap percaya kepada Tuhan di tengah keadaan yang sulit, mereka sedang memberikan teladan iman yang berharga bagi generasi berikutnya. Anak-anak yang melihat orang tuanya tetap setia berdoa dan berharap kepada Tuhan akan belajar bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang dapat dipercaya dalam segala keadaan. Iman yang diwariskan seperti ini jauh lebih berharga daripada kekayaan atau materi apa pun.
Tuhan rindu agar setiap rumah tangga menjadi tempat di mana kasih, damai sejahtera, dan hadirat-Nya nyata setiap hari. Keluarga yang mengandalkan Tuhan tidak berarti bebas dari masalah, tetapi mereka memiliki sumber kekuatan yang tidak pernah gagal. Ketika setiap anggota keluarga memilih untuk mencari kehendak Tuhan, saling mengampuni, saling mendukung, dan tetap setia berjalan dalam Firman-Nya, Tuhan akan memimpin langkah demi langkah kehidupan mereka. Bahkan dalam masa-masa yang paling gelap sekalipun, Tuhan sanggup membuka jalan yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia. Oleh sebab itu, marilah kita menjadikan Tuhan sebagai Pemimpin dan Raja dalam keluarga kita, sehingga rumah tangga kita menjadi kesaksian yang hidup tentang kebaikan dan kesetiaan-Nya. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 3-4; 1 Tesalonika 5
Renungan harian lainnya

KEKUATAN DI TENGAH BADAI
June 11, 2026

JANGAN MENUNDA KEBAIKAN
June 10, 2026

DALAM KEPUTUSASAAN, TUHAN HADIR
June 09, 2026


