Kunci Sukses: Apa gunanya segala pengetahuan, nubuat, atau kemampuan luar biasa, jika tidak dilandasi kasih.
Memperdalam Akar Iman: “Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.” (1 Korintus 13:5)
Jemaat di Korintus adalah sebuah komunitas yang penuh talenta. Namun, sekaligus, jemaat itu juga diwarnai persaingan, intrik, dan perpecahan. Mereka sangat mengagungkan berbagai macam karunia rohani. Akan tetapi, mereka seringkali melupakan inti dari semua karunia rohani itu, yakni kasih. Karena itu, Paulus memberikan teguran kepada mereka sekaligus mengajak jemaat Korintus untuk merenung: Apa gunanya segala pengetahuan, nubuat, atau kemampuan luar biasa, jika tidak dilandasi kasih. Bagi Paulus, yang paling utama adalah kasih. Dan kasih yang dimaksudkannya bukan sekadar pengetahuan moral. Kasih adalah buah iman (kepada Allah Yang Maha Kasih) yang terwujud dalam tindakannya dalam kehidupan nyata sehari-hari.Firman Tuhan ini menyoroti salah satu wujud kasih itu, yakni kesanggupan untuk tidak mencari keuntungan diri sendiri dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Mengapa ini penting? Karena dalam kehidupan nyata jemaat Korintus, seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Mereka cenderung terpaku pada kepentingan diri yang ingin diutamakan, ingin dianggap benar, ingin kelihatan hebat, serta mudah sakit hati.
Oleh karena itu, Paulus mengajak jemaat Korintus termasuk juga kita untuk melangkah melampaui kepentingan diri sendiri. Ini berarti kita perlu belajar mengutamakan orang lain dan tidak mencari keuntungan pribadi. Inilah ciri kasih agape. Tanpa kasih semacam ini semua talenta dan kehebatan kita tak bermakna. Mari, kita membuka diri terhadap karya Roh Kudus sehingga melalui hidup kita, kasih-Nya tampak nyata. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 24-25; Kisah Para Rasul 10