JANGAN JEMU BERBUAT BAIK

JANGAN JEMU BERBUAT BAIK

Bacaan: Galatia 6:9

Kunci Sukses:
Kita berbuat baik karena kebaikan itu sendiri adalah cerminan dari siapa diri kita di dalam Kristus.

Memperdalam Akar Iman:
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9)

Hidup ini ibarat sebuah perjalanan panjang. Di sepanjang jalan, kita akan bertemu dengan berbagai macam tipe manusia dan peristiwa. Ada yang menyenangkan, ada pula yang mengecewakan. Ada yang membalas kebaikan kita dengan kebaikan, tetapi tidak jarang pula kebaikan kita dibalas dengan sikap yang tidak sepantasnya. Di tengah kondisi seperti itu, sering muncul pertanyaan dalam hati: “Untuk apa saya tetap berbuat baik?” Jawabannya sederhana. Kita berbuat baik bukan karena mengharapkan balasan dari manusia. Kita berbuat baik karena kebaikan itu sendiri adalah cerminan dari siapa diri kita di dalam Kristus. Kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Mungkin hari ini benih yang kita tabur belum terlihat hasilnya; mungkin senyum yang kita beri tidak dibalas, pertolongan yang kita ulurkan tidak dihargai, dan kejujuran yang kita jaga justru membuat kita dirugikan. Namun ingatlah, setiap perbuatan baik ibarat sedang menanam pohon. Sekalipun kita tidak berteduh di bawahnya, kelak orang lain akan merasakan manfaatnya. Tetap berbuat baik juga berarti menjaga hati agar tidak menjadi keras karena kekecewaan. Jika kita berhenti berbuat baik hanya karena pernah disakiti, maka kita membiarkan luka orang lain mengubah diri kita menjadi seperti mereka.

Hidup ini adalah ladang untuk menabur. Setiap perkataan, sikap dan tindakan kita adalah benih yang suatu hari akan kita tuai. Ada kalanya kebaikan yang kita lakukan tidak dihargai. Ada kalanya ketulusan kita justru disalahpahami. Di saat seperti itulah iman kita diuji: apakah kita akan berhenti berbuat baik, atau tetap melakukannya?

Akhirnya, kita diingatkan bahwa Tuhan melihat setiap kebaikan sekecil apa pun. Mungkin manusia melupakan, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan. Hasil dari kebaikan memang tidak selalu datang seketika. Ada “waktunya” Tuhan. Tugas kita adalah tetap setia dan tidak menjadi lemah. Matius 5:16 berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 25-27; Mazmur 12-13


Renungan harian lainnya