DIBENTUK ULANG OLEH KASIH-NYA

Bacaan: 2 Korintus 5:17
Kunci Sukses:
Hidup tanpa pembaruan akan terus diikat oleh rasa takut akan masa depan, oleh kepahitan terhadap masa lalu dan oleh beban untuk menjadi kuat seorang diri.
Memperdalam Akar Iman:
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)
Hidup manusia seringkali terasa seperti perangkat yang penuh dengan berkas-berkas yang tidak perlu. Semakin lama dipakai, semakin berat dan lambat. Demikian juga dengan hidup kita. Beban masa lalu, luka yang belum sembuh, penyesalan dan dosa yang diulang-ulang membuat jiwa kita lelah. Kita mencoba berjalan, tetapi rasanya berat; kita mencoba tersenyum, tetapi hati terasa kosong. Pada titik inilah, Tuhan menawarkan sesuatu yang berbeda. Dia tidak hanya memperbaiki yang rusak, tetapi Dia hendak memperbarui seluruh hidup kita.
Firman Tuhan dalam 2 Korintus 5:17 menegaskan bahwa di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru. Kata “baru” di sini bukan berarti Tuhan menambal yang lama, melainkan Dia menjadikan segala sesuatu baru. Pembaruan dari Tuhan menyentuh akar terdalam kehidupan kita. Mengapa kita perlu diperbarui? Karena hidup tanpa pembaruan akan terus diikat oleh rasa takut akan masa depan, oleh kepahitan terhadap masa lalu dan oleh beban untuk menjadi kuat seorang diri. Tuhan melihat kelelahan itu, sebab itu Dia berseru dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Undangan ini adalah awal dari pembaruan.
Lalu seperti apakah kehidupan yang telah dibaharui itu? Kehidupan yang dibaharui bukan berarti masalah langsung hilang dari hidup kita. Badai tetap ada, pencobaan tetap datang. Namun yang berbeda adalah cara kita memandang dan menjalaninya. Orang yang hidupnya dibaharui memiliki pikiran yang baru: Dahulu ia melihat dirinya sebagai orang gagal dan tidak layak, kini ia melihat dirinya sebagai anak Allah yang dikasihi dan tidak pernah ditinggalkan. Orang yang hidupnya dibaharui juga memiliki hati yang baru: Dahulu mudah terluka, mudah mendendam dan sulit mengampuni, kini Roh Kudus memampukannya untuk melepaskan pengampunan dan memilih untuk bersyukur, bahkan di tengah situasi yang sulit. Selain itu, kehidupan yang dibaharui ditandai dengan harapan yang baru: Dahulu ia berkata, “Sudah tidak ada jalan lagi”, kini ia percaya bahwa Allah sanggup membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara, seperti yang tertulis dalam Yesaya 43:19.
Pembaruan ini bukanlah hasil usaha manusia semata. Pembaruan adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam diri orang percaya. Namun demikian, ada bagian yang perlu kita lakukan. Kita perlu datang kepada Tuhan dengan jujur, membuka seluruh luka, ketakutan, dan kegagalan kita di hadapan-Nya dalam doa. Biarkan Firman Tuhan memperbarui pikiran kita setiap hari supaya dipenuhi kebenaran, maka cara kita menilai diri dan hidup pun berubah. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Esra 10; Nehemia 1-2; 1 Petrus 3-4
Renungan harian lainnya

RINDUKAN SELALU KARYA ROH KUDUS
July 17, 2026

PERAN ROH KUDUS YANG MENGUBAHKAN
July 15, 2026

KENALI PENGHALANG PERUBAHAN
July 14, 2026


