PENYERTAAN TUHAN DALAM KESESAKAN

Bacaan: Kejadian 39:21
Kunci Sukses:
Penyertaan Tuhan memberikan kekuatan tersendiri bagi kita untuk tetap setia dan bertahan, meskipun tidak ada jaminan bahwa keadaan akan segera membaik.
Memperdalam Akar Iman:
“Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayaknnya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” (Kejadian 39:23)
“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.” (Kejadian 39:21)
Membaca kisah kehidupan Yusuf memberikan kita sebuah pelajaran mendalam tentang bagaimana Tuhan bekerja di tengah penderitaan. Pada usia yang sangat muda, Yusuf harus menghadapi pengkhianatan dari saudara-saudaranya sendiri, dijual sebagai budak, difitnah, hingga akhirnya dijebloskan ke dalam penjara tanpa melakukan kesalahan apa pun.
Secara manusiawi, ia memiliki segala alasan untuk merasa kecewa, marah, dan pahit hati terhadap keadaan maupun terhadap Tuhan. Namun, catatan Firman Tuhan terus mengulang satu kebenaran penting bahwa Tuhan menyertai Yusuf dan membuat segala yang dikerjakannya berhasil.
Seringkali ketika kita berada di masa-masa sulit, doa utama kita adalah meminta Tuhan segera mengubah keadaan dan melepaskan kita dari kesesakan; kita mengharapkan jalan keluar yang instan. Namun, kisah Yusuf mengajarkan bahwa Tuhan seringkali lebih tertarik untuk menyertai kita di dalam kesesakan daripada sekedar melepaskan kita darinya. Tuhan memiliki tujuan yang jauh lebih mulia dari sekedar kenyamanan kita. Waktu belasan tahun yang dihabiskan Yusuf dalam penderitaan adalah proses yang Tuhan izinkan untuk membentuk karakternya.
Penyertaan Tuhan memberikan kekuatan tersendiri bagi kita untuk tetap setia dan bertahan, meskipun tidak ada jaminan bahwa keadaan akan segera membaik. Kita dipanggil untuk tetap memberikan yang terbaik di mana pun kita ditempatkan, bahkan di tempat yang paling tidak menguntungkan sekalipun.
Proses pembentukan ini sangat penting agar ketika tiba waktunya Tuhan mengangkat kita, kita sudah memiliki kapasitas hati yang benar, terbebas dari dendam, dan siap menerima rencana-Nya yang jauh lebih besar dari apa yang pernah kita doakan. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 37-38; Mazmur 81
Renungan harian lainnya

MENGATASI HATI YANG KERAS
October 25, 2026

PEMULIHAN BAGI YANG LELAH DAN BERBEBAN BERAT
October 24, 2026

ALLAH PEDULI
October 23, 2026


