TUHAN SUMBER SEGALANYA

TUHAN SUMBER SEGALANYA

Bacaan: Roma 11:36

Kunci Sukses:
Tanpa Tuhan kita tidak memiliki apa-apa, tetapi bersama Tuhan kita memiliki sumber pengharapan yang tidak pernah habis.

Memperdalam Akar Iman:
“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36)

Seringkali, manusia merasa bahwa apa yang dimiliki hari ini adalah semata-mata hasil kekuatan, kemampuan, kerja keras, dan usaha pribadi. Kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan, belajar untuk mencapai keberhasilan, membangun relasi untuk mendapatkan kesempatan, bahkan berjuang dengan segala kemampuan agar masa depan menjadi lebih baik. Semua itu memang penting, tetapi Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa di balik segala sesuatu yang kita miliki, ada Tuhan yang menjadi sumbernya. Roma 11:36 berkata bahwa “segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia.” Artinya, kehidupan kita tidak pernah berdiri sendiri. Nafas yang kita hirup, kesehatan, kesempatan, pekerjaan, keluarga, talenta, hikmat, kekuatan, bahkan kemampuan untuk melewati hari demi hari semuanya berasal dari kemurahan Tuhan. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan adalah Sumber segalanya, hati kita tidak lagi mudah menjadi sombong ketika berhasil dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kekurangan. Kita belajar melihat bahwa Tuhan tetap memegang kendali, bahkan ketika keadaan belum sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Tuhan sebagai sumber segalanya bukan berarti hidup kita akan selalu berjalan tanpa masalah. Ada kalanya kita mengalami kekurangan, kegagalan, kehilangan, penolakan, kekecewaan, atau menghadapi jalan yang seolah-olah tertutup. Namun, justru dalam keadaan seperti itulah kita perlu kembali kepada Sumber yang benar yaitu Tuhan yang tidak pernah terbatas.

Jika hari ini kita sedang berkecukupan, tetaplah rendah hati. Jika sedang mengalami kekurangan, tetaplah percaya. Jika sedang berada di puncak keberhasilan, jangan melupakan Tuhan. Jika sedang berada di lembah pergumulan, jangan berhenti mencari Tuhan. Dia bukan hanya Sumber berkat, tetapi Dia sendiri adalah Sumber kehidupan kita. Ketika Tuhan menjadi pusat dan Sumber segalanya, kita dapat menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang, karena kita tahu bahwa masa depan kita tidak bergantung pada kemampuan manusia, melainkan berada dalam tangan Tuhan yang setia. Kiranya setiap hari kita semakin menyadari: tanpa Tuhan kita tidak memiliki apa-apa, tetapi bersama Tuhan kita memiliki sumber pengharapan yang tidak pernah habis. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 19-21; Mazmur 36-37


Renungan harian lainnya