KUASA PERENUNGAN

KUASA PERENUNGAN

Bacaan: Filipi 4:8

Kunci Sukses:
Setiap anak Tuhan harus memilah-milah berbagai informasi yang masuk di pikiran dan memilih input informasi apa yang harus disimpan/diingat serta direnungkan.

Memperdalam Akar Iman:
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut Kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8)

Jangan mengira bahwa segala perenungan dan imajinasi kita adalah sekedar berbagai pemikiran yang masuk keluar di kepala kita seperti angin yang datang dan pergi. Tuhan telah memberikan kemampuan kepada manusia untuk mengelola kehidupan melalui pola pikir yang diproses oleh suatu perangkat organ otak, apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus, memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengelola pikiran kita dalam melaksanakan seluruh kehendak Tuhan. Artinya, setiap anak Tuhan harus memilah-milah berbagai informasi yang masuk di pikiran dan memilih input informasi apa yang harus disimpan/diingat serta direnungkan, kemudian input informasi apa yang harus segera disingkirkan tidak perlu disimpan lama-lama.

Misalnya: Seorang gadis pelajar yang rindu berkuliah di universitas ternama, dan gadis itu telah mempersiapkan diri untuk bisa lulus dengan belajar siang malam disertai doa, namun ketika hari pengumuman tiba ternyata gadis itu dinyatakan tidak lulus. Beberapa bulan kemudian gadis tersebut bisa berkuliah di kampus lain yang sebenarnya berkualitas dan unggul, namun pola pikir sang gadis selalu menganggap dirinya orang gagal; kurang pandai; tidak menarik serta masa depannya suram. Pola pikir itu mengakibatkan sikap dan perilakunya menjadi seorang gadis pemurung yang minder serta menarik diri dari pertemanan dan kegiatan di gereja. Tetapi, karena kasih setia Tuhan melalui saudara-saudari seiman di kampusnya yang tidak jemu-jemu menyapa dan memperhatikan juga mendoakannya, akhirnya ia masuk dalam komunitas anak-anak Tuhan di kampus. Di sanalah ia juga belajar menolak pemikiran dan emosi negatif tentang dirinya, mulai menggantinya secara agresif dengan janji-janji Firman Tuhan. Alhasil, gadis itu mengalami perubahan sikap perilaku menjadi gadis yang positif dan penuh ucapan syukur bahkan punya talenta humor yang membawa keceriaan.

Marilah kita mulai dengan memilah-milah semua pikiran yang masuk, lalu membuang dengan cepat dan lugas pikiran dan perasaan kecewa; sakit hati; iri hati dan kebencian juga pikiran-pikiran penuh hawa nafsu dan keserakahan. Segera gantikan dengan perenungan imajinasi yang suci dan penuh kasih yang akan membentuk jati diri sejati anak-anak Tuhan. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 8; Yesaya 1, Mazmur 26


Renungan harian lainnya