PEMBELAJARAN DARI SIKAP MUSA DAN MIRYAM

PEMBELAJARAN DARI SIKAP MUSA DAN MIRYAM

Bacaan: Bilangan 12:1-16

Kunci Sukses:
Sangat penting untuk kita memiliki sikap hati yang benar seperti Musa, karena hal itu akan memampukan kita untuk memiliki respon yang benar dan tepat dalam setiap situasi kehidupan.

Memperdalam Akar Iman:
“Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang ada di atas muka bumi.” (Bilangan 12:3)

Miryam adalah kakak dari Musa yang memiliki kekuatan bahkan prestasi dalam berpikir cepat dan cerdas saat merawat Musa pada saat ia masih bayi. Dalam tekanan, ia dapat memberikan sebuah solusi yang menolong Musa ketika tidak berdaya (Keluaran 2:4-9); Miryam juga seorang nabiah juga memimpin bangsa Israel dalam pujian kepada Allah (Keluaran 15:20-21). Semua ini merupakan contoh yang sangat baik.

Namun, ada pelajaran penting yang harus kita pahami, bahwa Miryam tidak terus-menerus menjaga hatinya dengan baik. Dalam Bilangan 12:1-11, Miryam melawan Musa yang menyebabkan Tuhan murka sehingga Miryam terkena penyakit kusta. Jika kita menyimak secara menyeluruh kisah Miryam, pelajarannya adalah ia tidak menjaga emosi negatifnya, ia merasa iri hati dan menganggap remeh otoritas Musa yang diberikan dengan mencelanya di depan umum. Berbeda dengan Musa yang hatinya sangat lembut (Bilangan 12:3); ia berdoa agar Tuhan menyembuhkan Miryam dari penyakit kustanya dan Tuhan menjawabnya setelah tujuh hari Miryam di asingkan dari perkemahan karena kusta (Bilangan 12:13).

Di sini, kita dapat melihat bahwa ikatan kesetiaan dalam keluarga jasmani dan rohani menjadi tegang bahkan putus bisa disebabkan karena adanya rasa iri hati melihat saudara lebih sukses dan dipercayakan Tuhan dengan otoritas yang lebih besar.

Sebagai anak Tuhan, sangat penting untuk kita memiliki sikap hati yang benar seperti Musa, karena hal itu akan memampukan kita untuk memiliki respon yang benar dan tepat dalam setiap situasi kehidupan. Hati kita adalah sumber yang dari dalamnya terpancar kehidupan, kalau sumbernya bersih, maka semua alirannya melalu kata-kata dan perilaku akan bersih. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 33-34; Wahyu 16


Renungan harian lainnya