LUKA LAMA YANG BELUM SEMBUH

LUKA LAMA YANG BELUM SEMBUH

Bacaan: Mazmur 147:3, Yohanes 5:1-9

Kunci Sukses:
Penyembuhan dimulai ketika kita jujur kepada Tuhan bahwa ada bagian dari hati kita yang masih sakit.

Memperdalam Akar Iman:
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.” (Mazmur 147:3)

Bayangkan apabila kita atau seseorang terjatuh dan mengalami luka. Luka di luar akan dibersihkan, diperban dan diobati hingga sembuh. Namun, bagaimana jika luka itu berada di dalam hati? Banyak orang menjalani hidup dengan wajah yang tenang, tetapi menyimpan luka lama yang belum pernah dibereskan di hadapan Tuhan.

Luka lama seringkali tidak terlihat. Seperti orang sakit selama 38 tahun di kolam Betesda, penderitaannya tidak selalu diketahui orang lain, tetapi diketahui oleh Tuhan. Tuhan tidak mengabaikannya. Pertanyaan Yesus, “Maukah engkau sembuh?”, Yohanes 5:6 menunjukkan bahwa Ia melihat kondisi kita secara personal dan menawarkan pemulihan. Pengakuan adalah langkah awal. Kita sering menutupi luka dengan kesibukan atau pelayanan. Namun, penyembuhan dimulai ketika kita jujur kepada Tuhan bahwa ada bagian dari hati kita yang masih sakit. Selain pengakuan, penyembuhan juga membutuhkan kerelaan hati. Tuhan tidak memaksa, Ia menunggu kita datang dan menyerahkan luka tersebut kepada-Nya. Proses pemulihan membutuhkan waktu. Sama seperti luka fisik, luka batin tidak sembuh seketika. Diperlukan proses: berdoa, merenungkan Firman dan membuka diri kepada bimbingan Roh Kudus. Tuhan menyediakan sarana pemulihan. Ia dapat memulihkan melalui Firman-Nya, persekutuan dengan sesama orang percaya, konseling rohani dan kehadiran-Nya yang menghibur.

Adapun tujuan dari pemulihan adalah sebuah keutuhan. Tuhan tidak hanya ingin kita “bertahan”, tetapi menjadi utuh kembali, baik secara roh, jiwa maupun tubuh. Luka yang disembuhkan bisa menjadi kesaksian. Pengalaman dipulihkan dari luka lama dapat menjadi alat Tuhan untuk menguatkan dan menghibur orang lain. Orang yang telah mengalami kesembuhan dari Tuhan akan lebih mudah berjalan dalam panggilan dan rencana-Nya, tanpa dibelenggu masa lalu.

Jika masih ada “luka lama” yang belum sembuh dalam hidup kita, jangan dipendam sendirian. Bawalah kepada Tuhan di dalam doa. Ia adalah Tabib yang setia. Ia melihat, Ia mengundang dan Ia sanggup memulihkan setiap kita. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 31-33; Ibrani 13, Yakobus 1


Renungan harian lainnya