KELUARGA YANG MENCERMINKAN GAMBAR ALLAH

Bacaan: Kejadian 1:26–28, 31
Kunci Sukses:
Keluarga akan menjadi sehat jika seluruh anggotanya mengenal siapa mereka di dalam Kristus (Imago Dei); saling mengasihi, saling menerima dalam kelemahan, saling mengampuni dan mencintai dengan kasih Kristus.
Memperdalam Akar Iman:
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3:18)
Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Imago Dei). Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk hidup dalam hubungan, dan dari hubungan itu, Allah memberikan mereka tugas mulia: beranak cucu, memenuhi bumi, dan memenuhinya. Artinya, keluarga dimaksudkan untuk menjadi wadah persekutuan kasih sayang, tempat pertumbuhan dan panggung penyataan kemuliaan Allah. Keluarga adalah tempat yang seharusnya menjadi perlindungan paling aman dan sumber dukungan paling kuat. Namun, karena dosa, kenyataan yang kita lihat tidak selalu seperti itu. Bahkan dalam Alkitab, kita melihat bahwa keluarga pilihan Allah pun mengalami dinamika yang “beracun” penuh luka, manipulasi, favoritisme, pengkhianatan dan pemberontakan.
Berikut contoh keluarga dalam Alkitab yang mencerminkan sikap orang tua yang merusak hubungan:
- Ishak dan Ribka. Kejadian 25:28; 27:1-46 Ishak menyayangi Esau, sedangkan Ribka lebih menyayangi Yakub. Favoritisme ini menanam benih konflik di antara kedua anak, hingga mencapai puncaknya ketika Ribka membantu Yakub menipu ayahnya sendiri demi merebut berkat sulung. Hasilnya? Yakub harus melarikan diri dan hubungan saudara kandung itu hancur.
- Keluarga Yakub. Kejadian 37 Setelah bertumbuh dalam keluarga yang disfungsional, Yakub pun tanpa sadar mengulangi pola yang sama: mengasihi Yusuf lebih dari anak-anaknya yang lain. Saudara-saudara Yusuf iri hati, benci dan akhirnya menjualnya sebagai budak. Kecemburuan dalam keluarga yang tidak diatasi bisa berbuah pada pengkhianatan, kekerasan dan kerusakan hubungan yang di dalam.
Keluarga akan menjadi sehat jika seluruh anggotanya mengenal siapa mereka di dalam Kristus (Imago Dei); saling mengasihi, saling menerima dalam kelemahan, saling mengampuni dan mencintai dengan kasih Kristus. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 18-19; 1 Timotius 5
Renungan harian lainnya

KEAJAIBAN TUHAN
June 18, 2026

TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN
June 17, 2026

INTEGRITAS MORDEKHAI DI TENGAH TEKANAN
June 16, 2026


