KEBERANIAN EBED-MELEKH

Bacaan: Yeremia 38:1-13
Kunci Sukses:
Keberanian iman tidak bergantung pada jabatan, melainkan pada ketulusan hati untuk bertindak benar.
Memperdalam Akar Iman:
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7)
Seringkali, akan lebih mudah untuk diam dan mengamankan diri sendiri ketika sedang terjadi kekacauan dan kondisi yang tidak kondusif. Namun, Alkitab mencatat seorang tokoh Perjanjian Lama yang luar biasa bernama Ebed-Melekh. Ia bukan seorang nabi, bukan pula pemimpin besar bangsa Israel. Ia adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida yang bekerja di istana Raja Zedekia pada waktu itu.
Pada waktu itu, diceritakan bahwa raja Zedekia sedang meminta petunjuk kepada nabi Yeremia, namun apa yang disampaikan Yeremia tidaklah sesuai dengan apa yang raja dan para pemukanya itu inginkan, sehingga terjadilah peristiwa di mana Yeremia akhirnya dimasukkan dan dibuang ke dalam perigi atau sumur yang berlumpur, hendak dibiarkan mati kelaparan oleh para pemuka itu. Di saat semua orang takut menolong Yeremia, ada satu orang yang berani bertindak saat orang lain diam. Dialah Ebed-Melekh orang Etiopia itu. Ia keluar dari istana, pergi menemui raja, dan memberanikan diri berbicara untuk menyelamatkan nabi Allah. Ia menolak untuk menjadi penonton dari ketidakadilan yang sedang terjadi. Singkat cerita, raja Zedekia membiarkan Ebed-Melekh melakukan apa yang dia inginkan. Tindakannya tidak hanya berani, tetapi juga dipenuhi kasih. Ia mengambil kain-kain bekas dan pakaian buruk untuk membalut tali agar ketiak Yeremia tidak sakit saat diangkat. Keberanian Ebed-Melekh bukan keberanian yang kasar, melainkan keberanian yang lemah lembut dan memikirkan kemanusiaan. Tentu tindakan yang dilakukan olehnya ini punya resiko yang tinggi, namun itulah tindakan iman, yang akhirnya membuat dia memperoleh jaminan keselamatan dari pemusnahan yang akan terjadi pada kerajaan itu nantinya.
Dari Ebed-Melekh kita akhirnya belajar bahwa keberanian iman tidak bergantung pada jabatan, melainkan pada ketulusan hati untuk bertindak benar. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 30-31; 1 Korintus 14
Renungan harian lainnya

PERCAYA TEGUH KEPADA TUHAN
May 07, 2026

TEGURAN YANG MENDIDIK
May 06, 2026

HADIRAT TUHAN
May 05, 2026


