TEGURAN YANG MENDIDIK

Bacaan: 2 Tawarikh 16:7, 10
Kunci Sukses:
Lebih baik mendapat suatu teguran yang keras tetapi menyelamatkan hidup kita daripada kata–kata sanjungan yang justru menjerumuskan kita.
Memperdalam Akar Iman:
“Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.” (Amsal 15:32)
Pada waktu itu datanglah Hanani, seorang pelihat, kepada Asa, raja Yehuda, dan berkata kepadanya, “Engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar pada TUHAN Allahmu, karena itu tentara raja Aram akan luput dari tanganmu.” Asa sakit hati terhadap pelihat itu. Ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab ia sangat marah terhadapnya karena hal itu. Pada waktu itu Asa juga menganiaya beberapa orang dari rakyatnya.
Raja Asa, seorang Raja Yehuda yang sebelumnya mengandalkan Tuhan dalam peperangan dan mengalami kemenangan, namun ketika menghadapi Raja Baesa (Raja Israel) malah memohon–mohon kepada Raja Aram untuk membantunya, membayar mahal dengan emas perak dari Rumah Tuhan. Itulah sebabnya Hanani, seorang pelihat (nabi) menegurnya supaya tidak mengandalkan siapapun selain Tuhan. Ternyata respon Raja Asa malah sakit hati dan menjebloskan nabi Hanani ke dalam penjara.
Kejadian serupa sering terjadi pada kehidupan anak–anak Tuhan, yaitu ketika mendapat teguran karena melakukan hal–hal yang menyimpang dan merusak kesaksian sebagai anak Tuhan, justru bereaksi keras dan membalas dengan kata–kata tajam dan kasar kepada orang yang menegurnya. Contohnya: Seorang gadis yang aktif dalam pelayanan anak muda mulai dekat hubungannya dengan teman di pekerjaannya, seorang pria yang penampilannya sangat menarik. Sahabat dan teman dalam pelayanannya sudah mengingatkan berulang kali supaya berdoa dulu sebelum menjalin hubungan cinta, namun ia bereaksi dengan marah kepada teguran sahabatnya, bahkan mengancam akan meninggalkan pelayanan supaya dapat melanjutkan hubungan cinta dengan lebih leluasa. Belum setahun akhirnya sang gadis mengalami patah hati karena dimanfaatkan, kemudian diputuskan dan ditinggalkan oleh sang pria. Kitab Amsal 27:5 mengingatkan bahwa lebih baik mendapat suatu teguran yang keras tetapi menyelamatkan hidup kita daripada kata–kata sanjungan yang justru menjerumuskan kita. Ingat, “Teguran yang mendidik itu jalan kehidupan” (Amsal 6:23b). Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 25-26; 1 Korintus 12
Renungan harian lainnya

HADIRAT TUHAN
May 05, 2026

HIDUP DALAM DAMAI DAN KEKUDUSAN
May 04, 2026

CARILAH TUHAN DENGAN SEGENAP HATI
May 03, 2026


