TUHANLAH PENOLONG SEJATI

Bacaan: Mazmur 39:13
Kunci Sukses:
Hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.
Memperdalam Akar Iman:
“Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.” (Mazmur 39:13)
Bangsa Israel Kuno memahami hidup manusia seperti sebuah perjalanan singkat. Hidup laksana embun pagi yang cepat lenyap atau bayangan yang sebentar saja tampak lalu menghilang. Terkait dengan pemahaman tersebut, dengan jujur raja Daud menuliskan keluh kesahnya. Ia memakai ungkapan tentang “orang asing” dan “pendatang”. Baginya, hidup ini bukan rumah abadi, melainkan persinggahan sejenak. Ia paham bahwa hidup ini fana, rapuh, dan penuh kesementaraan.
Namun, Daud tidak berhenti pada keluh kesah. Ia datang kepada Allah dalam doa. Sehingga, ia beroleh pencerahan. Kefanaan hidup justru mengingatkannya bahwa hanya Tuhanlah yang menjadi tujuan akhir. Ia pun menjadi paham bahwa ia tidak bisa menggantungkan harapannya pada dunia yang sementara, melainkan hanya pada Allah yang kekal. Inilah titik balik rohani dari rasa hampa menuju penyerahan diri pada kasih dan kedaulatan Tuhan.
Pengalaman iman Daud menolong kita untuk menyadari bahwa kefanaan hidup bukan alasan untuk berputus asa. Itu justru undangan untuk hidup lebih bijak dan bersandar pada Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang memukau dan memikat hati: kesuksesan, harta, kesenangan, dan popularitas. Namun, hanya hal yang dikerjakan dalam Tuhan saja yang mampu bertahan.
Faktanya benar bahwa hidup ini fana dan sementara. Justru karena itu, hendaknya kita menggunakan waktu dengan baik. Teruslah menaruh pengharapan hanya pada Allah. Lalu, berusahalah agar setiap langkah kita menjadi jejak yang bermakna. Bukan hanya bermakna bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita yang fana ini, memiliki nilai kekekalan di hadapan Allah. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 12-14; 1 Korintus 4-5
Renungan harian lainnya

MENJADI SAKSI KEBANGKITAN-NYA
April 28, 2026

MENDEDIKASIKAN HIDUP UNTUK TUHAN
April 27, 2026

IDENTITAS BARU
April 26, 2026


