TUHAN MENGASIHI SEMUA ORANG

TUHAN MENGASIHI SEMUA ORANG

Bacaan: Yunus 1:3

 

Kunci Sukses:
Mari turut bersukacita saat mengetahui Tuhan melawat kehidupan orang-orang jahat; mari turut bergirang saat menyaksikan mereka mulai menyadari kesalahan dan memperbaiki diri.

Memperdalam Akar Iman:
“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 2:9)

 

Yunus 1:3, “Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.”Yunus diutus oleh Tuhan untuk pergi ke kota Niniwe. Di situ nanti ia menyerukan peringatan terhadap mereka karena kejahatan mereka yang teramat besar. Kelihatannya Yunus bersemangat dan ia lekas bersiap untuk berangkat. Namun, arahnya bukan menuju Niniwe, melainkan Tarsis. Yunus menolak pergi ke Niniwe, yang artinya, ia bersikap tidak taat kepada Tuhan.

Saat datang di dunia, Yesus memberikan perintah kepada kita, “Kasihilah musuhmu.” Perintah tersebut mengagumkan, tetapi sukar untuk dilakukan. Sukar untuk mengasihi orang-orang yang telah berbuat jahat terhadap kita. Parahnya, seringkali kita bertindak seperti Yunus, kita juga tidak membiarkan Tuhan mengasihi mereka. Bukankah alasan Yunus bersikap tidak taat ialah karena ia paham sifat Tuhan? Ia mengerti jika nanti penduduk Niniwe bertobat, Tuhan akan mengampuni mereka. Kebinasaan tidak akan ditimpakan ke atas kepala orang-orang yang teramat jahat itu. Yunus tidak mau membiarkan hal itu terjadi maka ia pun melarikan diri.

Perintah Tuhan tidak untuk dikagumi, tetapi untuk dilakukan. Maka, mulai hari ini, mari belajar untuk mengasihi musuh, orang-orang yang jahat itu. Setiap kali kita mengalami kesulitan untuk melakukannya, ingat kembali situasi diri sendiri. Sebelumnya kita juga adalah seteru (musuh) Allah; kita adalah para pendosa yang berkelakuan jahat di mata Tuhan. Jika bukan karena Dia mencurahkan kasih karunia-Nya, kita akan binasa. Begitu pula biarkan Tuhan mengasihi mereka. Mari turut bersukacita saat mengetahui Tuhan melawat kehidupan orang-orang jahat; mari turut bergirang saat menyaksikan mereka mulai menyadari kesalahan dan memperbaiki diri. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 20–21; Yohanes 8


Renungan harian lainnya