HATI YANG DIMERDEKAKAN

Bacaan: Matius 18:22
Kunci Sukses:
Pengampunan bukan tindakan sesekali, melainkan gaya hidup Kerajaan Allah.
Memperdalam Akar Iman:
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” (1 Korintus 13:4)
Matius 18:22, Yesus berkata kepada Petrus, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”Angka “tujuh puluh kali tujuh kali” bukan soal hitungan matematika, melainkan tentang hati yang tidak membatasi pengampunan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pengampunan bukan tindakan sesekali, melainkan gaya hidup Kerajaan Allah.
Seringkali, yang membuat kita sulit untuk mengampuni adalah luka yang dalam. Kita merasa jika mengampuni, berarti membenarkan kesalahan orang lain. Padahal, mengampuni bukan berarti menyetujui kesalahan, melainkan melepaskan diri dari belenggu kepahitan. Saat kita menolak mengampuni, sebenarnya kita sedang memenjarakan hati kita sendiri. Tuhan Yesus sendiri memberi teladan: Di tengah penderitaan dan salib, Ia tetap memilih mengampuni. Jika kita sudah menerima pengampunan yang begitu besar dari Tuhan, mengapa kita masih menahan pengampunan bagi sesama?
Hari ini, mungkin ada nama yang langsung terlintas di pikiran kita—seseorang yang melukai, mengecewakan, atau mengkhianati. Renungan ini mengajak kita untuk berani mengambil keputusan: Mengampuni lagi, dan lagi. Karena ketika kita mengampuni tanpa batas, hati kita dimerdekakan, dan kasih Kristus dinyatakan melalui hidup kita. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 15–17; Yohanes 5–6
Renungan harian lainnya

TUHANLAH PENOLONG SEJATI
April 29, 2026

MENJADI SAKSI KEBANGKITAN-NYA
April 28, 2026

MENDEDIKASIKAN HIDUP UNTUK TUHAN
April 27, 2026


