TETAP BERSUKACITA DI TENGAH KESUKARAN

TETAP BERSUKACITA DI TENGAH KESUKARAN

Bacaan: Mazmur 68:1-7

 

Kunci Sukses:
Hati yang bersukacita akan memampukan kita menjalani hari-hari yang berat dengan baik.

Memperdalam Akar Iman:
Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Mazmur 68:4

 

Ketika mengalami permasalahan yang berat kebanyakan orang menjadi letih lesu, sedih, stress dan frustasi. Mari kita belajar dari nabi Habakuk yang hidup pada jaman di mana bangsa Israel sedang mengalami penderitaan hebat karena ditindas oleh musuh-musuhnya. Bukan hal yang mudah baginya untuk dapat terus mempertahankan imannya dan bersukacita. Rakyat sangat menderita karena ladang yang biasanya menjadi sumber penghasilan dan tumpuan penghidupan mereka tidak lagi membuahkan hasil. Begitu juga ternak yang menjadi harta kekayaan telah terhalau dari kandang. Suatu keadaan yang benar-benar tidak ada harapan (Habakuk 3:17). Mungkinkah bersukacita dan beria-ria di tengah penderitaan? Ingat, tembok Yerikho runtuh bukan karena kekuatan pasukan bersenjata, namun justru ketika bangsa Israel selesai mengelilingi kota itu pada hari ke tujuh dengan sorak-sorai.

Puji-pujian bagi Tuhan menghasilkan kuasa yang dahsyat. Tembok permasalahan sebesar apa pun yang kita hadapi dapat dilalui ketika kita tetap bersukacita dan berharap pada Tuhan. Oleh karena itu tetaplah bersukacita dalam keadaan apa pun yang kita alami supaya kita bisa terus bertahan sampai pada akhirnya. Salomo menulis:  “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22). Dia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita, karena itu kuatkan hati dan tetaplah bersukacita.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 5-6; 1 Yohanes 5

****


Renungan harian lainnya