BERSYUKUR DALAM KESESAKAN

BERSYUKUR DALAM KESESAKAN

Bacaan: Mazmur 56

 

Kunci Sukses:
Tuhan peduli dan akan memberi kemenangan iman kepada kita.

Memperdalam Akar Iman:
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Mazmur 56:11-12

Sejak dari muda Daud berada dalam kesesakan. Bahkan ia tidak dapat tinggal tenang di satu tempat karena dirinya dikejar-kejar musuh. Daud yang saat itu berada dalam penahanan Filistin menaikkan permohonan kepada Allah. 

Dalam teks ini, pemazmur memakai perbandingan antara Allah yang Mahakuasa dengan musuhnya yang adalah manusia lemah, oleh sebab itu ia mengatakan hanyalah Allah yang dapat dipercaya (ayat 1-4). Tekanan dan serangan dari musuh dialaminya tanpa henti. Sering ia dan pembicaraannya menjadi bahan serangan mereka. Dengan angkuhnya mereka berbuat jahat kepada Daud dan ingin membunuhnya (ayat 3, 6-7). Walau begitu, Daud memiliki kepercayaan kepada Allah melalui perenungan firman-Nya. Ini membuat Daud tidak tenggelam dalam ketakutannya. Dia yakin para musuhnya tidak dapat berbuat apa-apa karena Allah besertanya (ayat 4-5, 10-12). Daud juga percaya akan keadilan Allah atas mereka yang berbuat jahat (ayat 8). Allah melihat segala kesesakan yang menimpa Daud. Ia juga menghitung segala kesedihan hati Daud. Tetesan air matanya bagaikan air yang ditaruh di wadah penyimpanan (ayat 9). Keyakinan bahwa Tuhan pasti menolong membangkitkan sukacita Daud. Sukacita itu diwujudkannya dalam nazar dan korban syukur kepada Allah. Dalam perjalanan hidupnya, Daud menyadari bahwa Tuhan berulang kali menolongnya sehingga dia dapat menikmati kehidupan di hadapan Allah (ayat 13-14).

Belajar dari hidup Daud, Tuhan mengingatkan bahwa kehidupan orang yang berkenan di hadapan-Nya tidak lepas dari kesesakan dan penganiayaan. Meski begitu, ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap tetesan air mata. Ini memperlihatkan bahwa Tuhan peduli dan akan memberi kemenangan iman kepada kita. Marilah kita bersabar dalam menghadapi penderitaan. Hendaklah kita senantiasa bersukacita dan mengucap syukur kepada-Nya. Dengan ini, kita dapat memahami kehendak Tuhan di balik penderitaan. Tetap percaya kepada Tuhan dalam situasi sesulit apapun. Renungkan firman-Nya dan bergembiralah karena Tuhan ada di pihak kita.

 

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 26-27; 2 Tim 3

 

****

 


Renungan harian lainnya